Selasa, 21 Oktober 2014

Tips membuat anak rajin belajar


1. Saat pulang sekolah tanyakan “hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?” Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.
2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan “makin hari, belajar makin menyenangkan”, “sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan”, “mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)”.
3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.
4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.
5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.
6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata “nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya”. Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.

Ciri Para Pengusaha Sukses



1. Anda selalu bersemangat
Membuka bisnis sendiri, artinya Anda juga harus memiliki semangat tanpa batas. Tak masalah Anda ingin menjadi konsultan bisnis atau sekadar pemilik toko roti, semangat tersebut dapat membantu pertumbuhan usaha yang tengah dilakoni.
2. Memiliki banyak ide
Tak peduli bagaimana memulainya, Anda selalu memiliki gagasan bisnis yang potensila untuk diusahakan. Gagasan bisnis juga terus datang dan Anda selalu memiliki inovasi baru dalam menjalani usaha.
Bahkan saat Anda tengah melamun, gagasan tersebut tetap datang dan siap dieksekusi.
3. Tidak takut bekerja keras
Calon pengusaha sukses tak pernah menganggap remeh proses kecil dalam bisnisnya. Dia menyadari pentingnya bekerja keras dalam berbisnis.
Mendirikan bisnis sendiri berarti Anda harus memikirkan nama perusahaan, identitas, logo, karakter produk dan situs pemasarannya. Semua itu hanya bisa diperoleh dengan kerja keras.
4. Anda tidak suka menyerah
Tak peduli bagaimana tantangannya, Anda selalu siap dan berani mengambil risiko. Anda tidak suka menyerah dan sangat sulit untuk melakukannya.
Meski diserang kritik dan komentar negatif, Anda akan tetap bekerja keras mencapai tujuan pribadi.
5. Anda bersedia belajar dari siapapun
Pengusaha tidak mengabaikan saran dan masukan dari siapapun. Dia akan mendengarkan pendapat siapapun karena masukan yang baik dapat menjadi inspirasi dan gagasn yang hebat.
6. Tak pernah membuang waktu
Para pemilik bisnis selalu memanfaatkan dan tak pernah membuang-buang waktu. Dirinya selalu berusaha menyelesaikan berbagai hal dengan waktu yang tersedia.
Lagipula, pengusaha sukses paham menunda pekerjaan hanya akan memperlambat bisnisnya.
7. Tak malu meminta bantuan
Tak hanya berani bertanya, Anda juga tak malu meminta bantuan jika mengalami hambatan dalam berbisnis. Anda akan selalu bertanya pendapat keluarga atau karyawan sendiri jika membutuhkan bantuan.
8. Senang pada bisnis yang dilakoni
Kesenangan merupakan hal yang krusial dalam mendirikan bisnis. Pasalnya Anda tidak memiliki bos dan harus memotivasi diri sendiri. Saat kesenangan tersebut runtuh, bisnis Anda juga perlahan-lahan bisa oleng.
9. Senang berimajinasi
Inovasi merupakan salah satu kunci sukses berbisnis. Untuk tetap memutar roda usaha, Anda harus pandai berimajinasi dan membayangkan banyak cara untuk memajukan bisnis pribadi

Cara Mengendalikan Emosi



1. Tenang

Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.

2. Hindari Kata ’Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’
“Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.

3. Stop Berultimatum
Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.

4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”

Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.

5. Toleran


Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.

6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran


Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru atau pun mengungkit masalah lama.

7. “Maaf”
Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

Senin, 13 Oktober 2014

Prinsip – Prinsip Kewirausahaan

Seperti anda ketahu bahwa kewirausahaan dapat diterapkan dalam segala hal seperti di sekolah, di kantor ketika bekerja, melakukan kegiatan sehari- hari, memutuskan sesuatu atau ketika menjalankan sebuah unit usaha. Kemampuan berwirausaha itu ada pada diri setiap orang termasuk anda, tetapi yang sering terjadi adalah kemampuan tersebut tidak dimunculkan, dioptimalkan, dan digunakan. Hal itu dikarenakan anda terjebak oleh pola pikir logika yang selalu mengutamakan kenyamanan, bebas dari resiko dan memilih solusi yang pasti sehingga kemampuan berpikir dengan otak kanan atau kreativitas jarang dilakukan.

Kenyataannya semmua kegiatan anda sehari- hari juga memiliki prinsip yang sama dengan pola kerja kewirausahaan. Perinsip kewirausahaan terdiri dari beberapa  unsur penting yaitu sebagai berikut :
1.    Ada tujuan dan mimpi atau arah yang jelas sebagai visi dan misi.
2.    Ada unsur spirit, semangat dan gairah sebagai sumber emosi.
3.    Ada unsur manajerial dalam melaksanakannya baik mengelola risiko, memecahkan masalah atau mengoperasikan suatu usaha.
4.    Ada unsur kendali terhadap kualitas, keuangan, proses dan distribusi.
5.    Ada unsur kreativitas dan inovasi.
6.    Ada unsur pola pikir yang lebih jauh ke depan.
7.    Ada unsur komitmen terhadap tujuan awal sehingga ada kemauan untuk tidak mudah menyerah pada masalah yang sedang terjadi.
8.    Ada unsur improvisasi atau perbaikan dalam prosesnya.
9.    Ada perencanaan konsep, strategi, taktik, program, seperti perencanaan bisnis dan perencanaan kegiatan sehari- hari.


Contohnya kegiatan bepergian ke luar kota secara prinsip hampir sama dengan pola kerja kewirausahaan. Memilih karir dan jalan hidup  sebagai wirausaha adalah seperti memilih suatu keputusan  tentang apa yang akan anda lakukan  di setiap hari, misalnya belajar, mandi, bepergian atau memasak. Hanya yang membedakan hanyalah kompleksitas masalah perencanaan, kendali, dan pekerjaanya. Ingatkan selalu diri anda akan hasil akhir yang akan di capai seperti kendaraan, rumah idaman, atau liburan ke luar negeri.
Hal ini untuk menjaga semangat kewirausahaan tetap menyala. Sesuatu yang penting adalah seberapa lama anda bisa mengoptimalkan semua yang anda punyai dan berapa lama anda bertahan untuk mengejar impian anda tanpa selangkah pun mundur untuk menjadi orang yang tidak dapat dihentikan ( unstopable person).

Alasan Seseorang Tidak Berminat Menjadi Wirausaha

Mitos yang keliru sering menjadi penghalang dan menghalangi seseorang untuk mengambil keputusan menjadi wirausaha. Banyak alasan cenderung dilontarkan hanya karena ingin menutupi rasa takutnya yang berlebihan. Alasan- alasan ini sering dikeluarkan untuk menghibur diri agar ia dibenarkan oleh alasan tersebut.

Hampir sebagian besar orang ingin menjadi sukses di kemudian hari. Namum ketika diminta memilih, sebagian besar lebih memilih untuk menjadi pekerja yang sukses/ top eksekutif daripada menjadi wirausaha yang sukses. Namun untuk menjadi manager atau direktur juga tidak hanya berbekal pengetahuan umum saja, tetapi juga memerlukan keterampilan yang mendukung untuk membuat pengetahuan anda lebih baik. Salah satu soft skill atau kemampuan mengelola diri yang dibutuhkan adalah kewirausahaan perusahaan dan kewirausahaan organisasi.

Soft skill merupakan pengetahuan dan ketarampilan yang bukan bersifat  menggunakan otot tetapi  lebih menitikberatkan pada otak, hati, dan watak untuk menunjang pekerjaan, sehingga keempat aspek tersebut menyatu menjadi sebuah sinergi yang utuh. Contoh soft skill antara lain :
a.    Kemampuan berkomunikasi
b.    Kecerdasan emosional, percaya diri, pengelolaan emosi dan bersikap positif
c.    Kedisiplinan
d.    Keterampilan presentasi di depan banyak orang
e.    Pantang menyerah



Ada beberapa alasan mengapa seseorang tidak berminat menjadi wirausaha yaitu :
1.    Tidak tahu bagaimana caranya
Anda harus mempelajari dahulu, bisa dari membaca buku, tahu pengetahuannya, tahu trik nya dan tipsnya, tahu prosesnya kemudian belajar strategi kewirausahaan  dan akhirnya mengenal. Bisa dengan mencoba dulu atau ikut pada teman anda. Akhirnya anda mengerti dan termotivasi untuk menjadi wirausaha.

2.    Tidak mempunyai pengalaman
Bagaimana anda bisa memiliki pengalaman bila anda tidak pernah mau mencoba untuk masuk ke dalamnya dan mengetahui lebih dalam lagi. Anda akan mengerti dan akhirnya akan jatuh cinta pada kewirausahaan jika anda mengenalnya dengan baik sebagai ilmu untuk mencari nafkah.

3.    Tidak mempunyai modal
Modal untuk menjadi wirausaha tidak hanya berupa uang, ada modal lain selain uang yang bisa digunakan sebagai modal awal dalam memulai usaha. Modal tersebut antara lain pengetahuan, keterampilan, keahlian, latar belakang pendidikan, jaringan pertemanan, informasi dan peluang.

4.    Tidak punya keberanian
Keberanian itu tidak akan muncul tiba- tiba dan tidak akan pernah datang pada diri anda, tetapi keberanian itu ada saat dibentuk, diciptakan dan dimunculkan secara perlahan- lahan hingga anda menguasainya sehingga timbul keberanian pada diri anda.

5.    Tidak ada yang menuntun
Ketika anda belajar tentu membutuhkan penuntun atau mentor agar anda tidak jatuh terlalu dalam. Dituntun pun tidak selamanya, perlu uji coba dan masa- masa belajar untuk mencoba. Penuntun dapat diperoleh dari berbagai sumber :
a.    Dari mencoba dahulu
b.    Minta bimbingan dari orang yang telah sukses menjadi wirausaha
c.    Belajar dari buku yang ditulis oleh orang yang telah sukses sebagai wirausaha

6.    Takut untuk keluar dari zona nyaman
Rasa nyaman membuat anda terjebak dan tidak mau berubah serta tidak mau bergerak demi kemajuan diri anda. Zona nyaman dapat menyebabkan kemunduran dan kerugian bagi diri anda serta dijadikan alasan untuk tidak mau berwirausaha.

Faktor Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha

1.    Faktor keberhasilan wirausaha
Faktor keberhasilan usaha seorang wirausaha bukan hanya dilihat seberapa keras anda bekerja tetapi seberapa cerdas anda melakukan dan merencanakan strategi serta mewujudkannya. Tetapi ada makna tersendiri tentang smart entrepreneur atau wirausaha yang cerdas yaitu SMART ( strategic, thinker, motivator, ambitious, risk manager dan totalitas ).




a.    Faktor peluang
Banyak peluang emas tetapi belum tentu tepat untuk anda karena peluang emas itu harus ada keselarasan, keserasian dan keharmonisan antara anda, bisnis pasar,kondisi, situasi dan perilaku pasar sehingga anda dapat menemukan peluang emas yang tepat untuk anda.

b.    Faktor manusia atau SDM
Ada lima faktor kesuksesan operasional usaha yaitu :
1)    Pembuat rencana
2)    Manager yang hebat
3)    Pengatur atau pengawas
4)    Pemasaran dan penjual
5)    Kepemimpinan

c.    Faktor keuangan
Hindari berpikir bahwa bisnis tanpa keuangan/ arus kas yang lancar itu bisa berhasil. Bila arus kas tidak mengalir maka bisnis pasti akan berhenti dan mati. Untuk kelancaran usaha perlu diterapkan hal berikut ini :
1)    Semua data transaksi dicatat dalam pembukuan
2)    Pisahkan antara harta pribadi dan keuangan usaha
3)    Catat semua uang masuk dan uang keluar
4)    Periksa keabsahan semua bukti pengeluaran dan pemasukan uang
5)    Buat perincian gaji yang baik
6)    Buatlah anggaran dari semua aspek keuangan dan bandingkan dengan realisasinya dan lakukan analisa

d.    Faktor organisasi
Organisasi usaha sebaiknya tidak statis tetapi dinamis, kreatif dan berwawasan ke depan. Organisasi akan menguntungkan dan menjadi faktor kesuksesan sebuah usaha apabila :
1)    Ada jalur komunikasi yang jelas antara karyawan dan atasan
2)    Sistem pertanggungjawabannya jelas
3)    Deskripsi pekerjaannya jelas
4)    Hubungan yang tegas antar karyawan
5)    Karyawan mengetahui tugasnya masing- masing
6)    Ada keteraturan dalam bekerja

e.    Faktor perencanaan
Bekerja tanpa rencana berarti berjalan tanpa tujuan yang jelas. Contohnya :
1)    Perencanaan visi dan misi
2)    Perencanaan operasional dan pemasaran
3)    Perencanaan produk
4)    Perencanaan informasi teknologi
5)    Perencanaan pendistribusian produk
6)    Perencanaan jumlah produk yang akan dijual

f.    Faktor pengelolaan usaha
Dalam mengelola usaha ada 3 faktor penting operasional yang dibutuhkan oleh wirausaha cerdas yaitu :
1)    Kualitas
2)    Waktu
3)    Biaya

g.    Faktor pemasaran dan penjualan
Banyak usaha yang gagal karea hanya mementingkan bagiannya saja dan lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik

h.    Faktor administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data dan pengelompokan data administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan, pengembangan, program- program dan arah perusahaan tidak akan berjalan dengan baik karena akan dilakukan berdasarkan perasaan anda saja.

i.    Faktor peraturan pemerintah, politik, ekonomi, sosial dan budaya
j.    Catatan bisnis

2.    Faktor kegagalan wirausaha
Tidak ada wirausah yang tidak pernah mengalami kegagalan dan wirausaha yang sukses selalu bangkit dari setiap kegagalan yang di alaminya. Apabila wirausah itu berhenti mencoba lagi maka wirausaha tersebut  telah gagal dalam usaha.



a.    Tidak pernah/ jarang membuat perencanaan usaha secara tertulit
b.    Usaha yang dijalankan bertentangan dengan pendidikan, latar belakang, pengalaman atau kesukaan wirausaha
c.    Lokasi yang tidak tepat untuk usaha
d.    Tidak memiliki specialist person atau karyawan yang ahli
e.    Perencanaan usaha tidak berorientasi ke depan
f.    Tidak melakukan riset dan analisa pasar
g.    Masalah legalitas dan perijinan
h.    Tidak kreatif dan inovatif
i.    Cepat puas diri
j.    One man show or the boss (dominan)
k.    Anggota keluarga ikut masuk ke dalamnya
l.    Kesulitan keuangan
m.    Terjadi bencana



Sikap dan Perilaku Wirausaha

1.    Sikap wirausaha
Sikap adalah perbuatan dan sebagainya yang berdasarkan pada pendirian atau keyakinan. Pengertian lainnya sikap adalah respon individu terhadap informasi, kejadian, kritikan, cercaan , tekanan, tantangan , cobaan dan kesulitan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sikap wirausaha adalah respon, cara pandang dan pola pikir individu terhadap hal yang dihadapinya seperti rasa takut, kesulitan, cobaan, kritikan, saran, tekanan dan hambatan dalam menjalankan usahanya.



Sikap wirausaha antara lain :
a.    Selalu berpikir positif dalam menghadapi segala hal
b.    Berorientasi jauh ke depan, berpikiran maju dan tidak mudah terlena oleh hal- hal yang sudah berlalu
c.    Tidak gentar saat melihat pesaing, namun justru bersyukur mempunyai pesaing karena dengan adanya pesaing anda dapat terus berkembang  dan berusaha untuk tetap bertahan .
d.    Selalu ingin tahu membuat anda selalu mencari jalan keluar untuk maju
e.    Ingin memberi yang terbaik untuk orang lain
f.    Penuh semangat dan berjuang keras  hingga menimbulkan pengaruh yang baik untuk sekelilingnya
Kesuksesan itu menular ke lingkungan karena ada motivasi di dalamnya. Kemiskinan pemikiran juga berdampak buruk bagi lingkungan karena dapat menular demotivasi (turun motivasinya). Dengan demikian anda harus berteman dengan orang sukses agar anda bisa bersikap yang sama.

2.    Perilaku wirausaha
Perilaku adalah tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan. Dapat disimpulkan bahwa perilaku wirausaha adalah langkah dan tindakan yang dilakukan untuk menghadapi dan menyiasati pekerjaan sehari- hari.



a.    Perilaku wirausaha secara individu
1)    Teguh pendiriannya
2)    Selalu yakin dengan apa yang dikerjakan dan dilakukan
3)    Berperilaku profesional dalam arti memiliki tanggung jawab
4)    Optimis dalam segala perilaku yang dilakukan
5)    Berpikir positif ketika mendengar serta menanggapi cemoohan pihak lain
6)    Tidak gegabah dan penuh dengan rencana dalm setiap tindakan
7)    Selalu berorientasi mencari jalan keluar sehingga berpikir kreatif dan inovatif

b.    Perilaku wirausaha secara sosial dan lingkungan
1)    Berpenampilan rapi dan disukai oleh setiap orang
2)    Berperilaku baik sehingga banyak orang yang menyukainya
3)    Senang memotivasi orang lain untuk tujuan yang baik
4)    Menjadi teladan bagi teman bisnisnya, karyawan dan pelanggannya
5)    Pandai bergaul dan cakap dalam berkomunikasi sehingga banyak orang yang senang mendengarnya

c.    Perilaku wirausaha dalam pekerjaan
1)    Orientasi pada tujuan dan tetap berkeinginan kuat pda hasil yang sempurna
2)    Gila kerja dan bekerja dengan baik sehingga segala sesuatunya ingin sempurna
3)    Tidak suka menunda pekerjaan dan selalu ingin cepat menyelesaikan pekerjaan
4)    Haus akan prestasi sempurna
5)    Tuntas dalam mengerjakan tugas
6)    Energik atau penuh semanngat dalam bekerja dan mengerjakan tugas
7)    Sangat mmenyukai pekerjaan yang baru dan menantang
8)    Kreatif dan inovatif sehingga selalu mempunyai ide- ide yang cemerlang dan mampu keluar dari tekanan

d.    Perilaku wirausaha dalam menghadapi resiko
1)    Mengevaluasi resiko dan dampaknya terlebih dahulu
2)    Mencari keputusan yang tepat dan optimal
3)    Tidak takut terhadap resiko karena mempunyai intuisi yang kuat
4)    Waspada dan antisipatif atau tanggap sehingga selalu berperilaku proaktif

e.    Perilaku wirausaha dalam kepemimpinan
1)    Seorang pemimpin yang berani mengambil keputusan
2)    Perilakunya hati- hati karena menjadi contoh bagi yang lain
3)    Membuat karyawan tenang dalam menjalankan pekerjaan dan tugasnya
4)    Mempunyai karisma dan berjiwa besar